Thursday, March 19, 2020

Mengenal Apa itu Vektor dalam Dunia Kesehatan Lingkungan


Mengenal Apa itu Vektor?

Jika berbicara tentang vektor, apa yang terbesit di pikiran kalian? Apakah besaran yang memiliki arah atau sebuah game berlari dikejar-kejar di atas gedung? Vektor yang saya maksud disini adalah vektor dalam dunia kesehatan lingkungan. Artinya, vektor adalah arthropoda yang dapat menularkan, memindahkan, dan menjadi sumber penular suatu penyakit. Arthropoda berasal dari bahasa Yunani, Arthros yang berarti sendi, ruas dan Poda yang berarti kaki, tungkai. Jadi, Arthropoda adalah binatang invertebrata (tak bertulang belakang) dengan tungkai yang terdiri atas beberapa bagian ruas. Menurut KBBI, Arthropoda adalah hewan tanpa tulang punggung yang memiliki badan beruas-ruas, seperti kepiting, serangga, udang, kelabang.

Ciri – ciri arthropoda :
a.    Mempunyai bentuk badan yang kanan dan kirinya bilateral simetrik.
b.    Badan beruas – ruas.
c.    Umbai – umbai beruas – ruas.
d.    Mempunyai kerangka luar. 

Lantas apa saja yang termasuk vektor sehingga dapat menyebabkan manusia terjangkit suatu penyakit?

1.  Nyamuk
Nyamuk termasuk vektor karena dia dapat menularkan atau sebagai sumber terjadinya suatu penyakit. Daur hidup nyamuk termasuk complete metamorphosis atau metamorfosis sempurna,, karena melalui fase telur – larva – pupa – dewasa. Nyamuk berkembang biak di air yang menggenang. Tergantung jenis nyamuknya, ada yang menaruh telurnya di air kotor, air bersih, dan lain-lain.

Adapun jenis – jenis nyamuk :
a.   Nyamuk Aydes Aygepti.
b.  Nyamuk Anopheles
c.   Nyamuk Aydes Albopiptus
d.  Nyamuk Culex.

Penyaki - penyakit yang ditimbulkan :
a.   Demam Berdarah.
b.  Malaria.
c.   Kaki gajah (filariasis).
d.  Chikungunya.

Kita tidak boleh menganggap remeh serangga yang satu ini, di Indonesia sendiri masih banyak terjadi kasus demam berdarah dan tak sedikit diantaranya sampai terjadi jatuh korban. Ada juga penyakit yang belum ada obatnya, yaitu filariasis yang disebabkan oleh nyamuk culex. Langkah yang paling mudah mengatasinya adalah dengan memberantas mulai dari jentik-jentiknya. Dengan cara diusahakan jangan sampai ada air yang tergenang dimanapun. Karena hal ini dapat dimanfaatkan nyamuk untuk menaruh telur-telurnya.



Beberapa cara lain terhindar dari gigitan nyamuk :
a.   Mengolesi kulit dengan lotion anti nyamuk.
b.  Menyemprotkan obat anti nyamuk.
c.   Memasang tempat tidur dengan kelambu agar nyamuk tidak bisa masuk
d.  Melakukan vogging jika hal itu sangat diperlukan.

2.  Lalat
Mungkin jika makanan atau minuman kita dihinggapi lalat pasti kita akan merasa jijik dan tidak selera akan memakannya kan? Tentu saja kalian semua pasti sudah tahu jika lalat akan menyebabkan sakit perut. Tapi kenapa hal itu bisa terjadi?

Habitat lalat diantaranya berada di :
a.   Tempat basah.
b.  Benda organik seperti tinja.
c.   Sampah basah.
Sehingga tak heran jika kakinya yang sudah terkontaminasi dan menghinggap ke makanan akhirnya kita akan jatuh sakit.

Daur hidup lalat sama dengan daur hidup nyamuk. Mulut lalat ada 2 tipe, yaitu tipe penghisap dan tak penghisap. Lama hidup seekor lalat bisa sekitar 2 – 4 minggu. Penyakit yang biasa ditimbulkan lalat diantaranya adalah diare dan disentri.

Cara mengatasi kontak langsung dengan lalat :
a.   Menutup makanan dan minuman dengan tudung saji.
b.  Memasang lem perekat lalat.

3.  Kecoak
Kecoak atau lipan atau coro kalian pasti sudah tahu dengan serangga yang bikin bulu kuduk ini bisa merinding. Karena mungkin dari baunya, habitatnya, dan tak sedikit dari mereka bisa terbang. Kecoak mengalami Incomplete Metamorphosis (Metamorfosis tidak sempurna) karena hanya melewati fase Telur – Nimfa – Dewasa yang diindikasikan bentuk kecoak dewasa sama dengan saat masih kecil.

Macam – macam kecoak banyak sekali, yang umum ada di Indonesia adalah :
a.             Periplaneta americana (kecoak rumahan)
b.            Blata orientalis
c.             Blatatella germanica
d.            Brown banded

Ciri – ciri hidup kecoak :
a.    Termasuk hewan nocturnal, hewan yang beraktifitas pada malam hari.
b.    Thigmotactic, mampu hidup di tempat-tempat sempit.
c.    Grooming, suka membersihkan dirinya sendiri.
d.    Regurtasi, memuntahkan makanannya.

 Cara mengatasi banyaknya kecoak :
a.    Diusahakan lingkungan rumah selalu bersih.
b.    Membersihkan sampai bagian celah-celah karena kecoak termasuk thigmonatic.
c.    Jangan ada barang bertumpuk berserakan.
d.    Memberi kapur barus (pewangi).

No comments:

Post a Comment

Mengenal Apa itu Vektor dalam Dunia Kesehatan Lingkungan

Mengenal Apa itu Vektor? Jika berbicara tentang vektor, apa yang terbesit di pikiran kalian? Apakah besaran yang memiliki arah atau ...