Wednesday, February 10, 2016

Ketersediaan Air Bersih yang semakin Menipis

Dampak Pertumbuhan Penduduk Terhadap Ketersediaan Air Bersih
A.   Pokok Permasalahan
            Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting untuk keberlangsungnya hidup semua makhluk hidup. Baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, tanpa air mungkin itu semua akan mati. Terutama manusia, sangat membutuhkan sekali air tidak hanya untuk minum, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari mereka. Seperti mandi, mencuci pakaian dan piring, untuk kegiatan memproduksi barang dll. Air terdiri dari 2 yaitu air tawar dan air laut. Dan air yang langsung bisa dikonsumsi oleh manusia adalah air tawar. Tetapi air tawar hanya terdiri dari2% dari semua air yang ada di bumi.
           
Indonesia merupakan Negara dengan penduduk terbesar di dunia yaitu ke- 4 setelah Amerika Serikat. Dengan tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia mengakibatkan pula kebutuhan akan air bersih juga meningkat. Sehingga keberadaan air bersih semakin berkurang apabila tidak dilestarikan. Sedangkan air bersih sekarang ini mungkin hanya bisa didapatkan dari bantuan pemerintah daerah atau biasa yang disebut PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Karena manusia tidak mungkin akan mengkonsumsi air kotor atau air yang tidak sehat.
            Dengan makin padatnya jumlah penduduk di Indonesia akan makin sedikit daerah resapan air atau lahan hijau karena digunakan untuk pemukiman penduduk atau untuk mendirikan gedung- gedung, pabrik- pabrik yang mungkin hanya sedikit daerah resapannya. Contohnya seperti digunakan komplek perumahan penduduk dan gedung- gedung perkantoran yang biasanya jalannya terbuat dari aspal sehingga air tidak bisa meresap ke dalam tanah akhirnya akan mengalir ke sungai dan langsung ke laut kembali.
images_364.jpg
Daerah yang sebenarnya untuk resapan air dijadikan perumahan
            Sebenarnya pihak pemerintah (PDAM) mengambil air itu berasal dari dalam tanah lalu diproses terlebih dahulu agar lebih sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum. Jadi apabila tidak ada air di dalam tanah di karenakan berkurangnya daerah resapan air, sangatlah berpotensi akan terjadinya bencana kekurangan air bersih atau kekeringan.
index.jpgimages_024.jpg
Air sungai yang tercemar sehingga hanya untuk tontonan
            Air sungai yang sebenarnya bisa di konsumsi bagi manusia tetapi karena pertumbuhan penduduk yang semakin cepat di Indonesia mengakibatkan air sungai yang mulanya bersih menjadi kotor atau tercemar. Mungkin karena penduduk yang seringkali membuang limbah rumah tangga ke sungai, mendirikan rumah di bantaran sungai, dan membuang kotoran ke sungai, seperti BAB atau membuang air kecil.
images_207.jpg
Limbah pabrik yang dibuang ke sungai
            Pabrik- pabrik juga sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih yang ada di sungai. Seperti pabrik yang membuang limbahnya ke sungai mengakibatkan air sungai tercemar dan menjadi kotor, sehingga tidak dapat digunakan oleh masyarakat. Lalu apabila masyarakat pinggiran yang masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari- hari mereka walaupaun air sungai itu kotor sehingga orang- orang tersebut dapat terjangkit penyakit karena tidak tersediaanya air bersih. Jadi makinlah sedikit keberadaan air bersih yang diakibatkan oleh dampak pertumbuhan penduduk.
            Jadi apabila per penduduk mengkonsumsi air bersih minimal 2 liter perhari dan penduduk Indonesia itu sangat banyak sedangkan ketersediaan air bersih hanya sedikit dan mungkin ada tetapi tercemar oleh perbuatan orang Indonesia sendiri, sehingga sangat berakibat besar untuk Negara Indonesia akan dilanda kekurangan air bersih.
            Dengan demikian, factor pertumbuhan penduduk yang sangat semakin meningkat banyak, sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih di suatu Negara.

B.   Ciri- Ciri Air yang Bersih
1.      Adanya perubahan suhu.
Air yang tergolong normal dan sehat untuk dikonsumsi apabila air tersebut berada pada lingkungan 28°C maka suhu airnya adalah berkisar 20°C- 25°C.

2.      Adanya perubahan pH (Derajat Keasaman).
pH adalah derajat keasaman air.
-          Air normal (netral) berkisar 7.
-          Air tercemar berkisar 4- 6 atau 8- 9.
-           
3.      Adanya perubahan warna, bau, dan rasa air.
Air yang tidak tercemar berwarna bening, tidak berbau dan tidak berasa.

4.      Adanya endapan atau bahan terlarut.

C.  Solusi Pemecahan Masalah
1.      Mengurangi pertumbuhan penduduk dengan mengikuti program KB (Keluarga Berencana).
2.      Selalu menghemat adanya air bersih.
3.      Tidak mencemari sungai atau daerah penampungan air bersih.
4.      Memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang pentingnya air bersi untuk kesehatan dan tidak untuk mencemarinya.
5.      Memperhatikan kelestarian alam apabila akan digunakan untuk tempat umum, terutama air.
6.      Tidak membeton atau mengaspal semua jalan sehingga air tidak bisa meresap ke dalam tanah.
7.      Membuka lahan hijau atau daerah resapan air untuk dapat menyimpan air.

8.      Melakukan reboisasi hutan agar air hujan dapat ditampung oleh akar- akar pepohonan dan disimpan.

No comments:

Post a Comment

Mengenal Apa itu Vektor dalam Dunia Kesehatan Lingkungan

Mengenal Apa itu Vektor? Jika berbicara tentang vektor, apa yang terbesit di pikiran kalian? Apakah besaran yang memiliki arah atau ...