Dampak Pertumbuhan Penduduk
Terhadap Ketersediaan Air Bersih
Air merupakan salah satu
sumber daya alam yang sangat penting untuk keberlangsungnya hidup semua makhluk
hidup. Baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, tanpa air mungkin itu semua akan
mati. Terutama manusia, sangat membutuhkan sekali air tidak hanya untuk minum,
tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari mereka. Seperti mandi,
mencuci pakaian dan piring, untuk kegiatan memproduksi barang dll. Air terdiri
dari 2 yaitu air tawar dan air laut. Dan air yang langsung bisa dikonsumsi oleh
manusia adalah air tawar. Tetapi air tawar hanya terdiri dari2% dari semua air
yang ada di bumi.
Indonesia merupakan Negara dengan penduduk terbesar di dunia yaitu ke- 4 setelah Amerika Serikat. Dengan tingginya pertumbuhan penduduk di Indonesia mengakibatkan pula kebutuhan akan air bersih juga meningkat. Sehingga keberadaan air bersih semakin berkurang apabila tidak dilestarikan. Sedangkan air bersih sekarang ini mungkin hanya bisa didapatkan dari bantuan pemerintah daerah atau biasa yang disebut PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Karena manusia tidak mungkin akan mengkonsumsi air kotor atau air yang tidak sehat.
Dengan makin padatnya
jumlah penduduk di Indonesia akan makin sedikit daerah resapan air atau lahan
hijau karena digunakan untuk pemukiman penduduk atau untuk mendirikan gedung-
gedung, pabrik- pabrik yang mungkin hanya sedikit daerah resapannya. Contohnya
seperti digunakan komplek perumahan penduduk dan gedung- gedung perkantoran yang
biasanya jalannya terbuat dari aspal sehingga air tidak bisa meresap ke dalam tanah
akhirnya akan mengalir ke sungai dan langsung ke laut kembali.

Daerah yang
sebenarnya untuk resapan air dijadikan perumahan
Sebenarnya pihak
pemerintah (PDAM) mengambil air itu berasal dari dalam tanah lalu diproses
terlebih dahulu agar lebih sehat untuk dikonsumsi oleh masyarakat umum. Jadi
apabila tidak ada air di dalam tanah di karenakan berkurangnya daerah resapan
air, sangatlah berpotensi akan terjadinya bencana kekurangan air bersih atau
kekeringan.
Air sungai
yang tercemar sehingga hanya untuk tontonan
Air sungai yang sebenarnya
bisa di konsumsi bagi manusia tetapi karena pertumbuhan penduduk yang semakin
cepat di Indonesia mengakibatkan air sungai yang mulanya bersih menjadi kotor
atau tercemar. Mungkin karena penduduk yang seringkali membuang limbah rumah
tangga ke sungai, mendirikan rumah di bantaran sungai, dan membuang kotoran ke
sungai, seperti BAB atau membuang air kecil.

Limbah
pabrik yang dibuang ke sungai
Pabrik- pabrik juga sangat
berpengaruh terhadap ketersediaan air bersih yang ada di sungai. Seperti pabrik
yang membuang limbahnya ke sungai mengakibatkan air sungai tercemar dan menjadi
kotor, sehingga tidak dapat digunakan oleh masyarakat. Lalu apabila masyarakat
pinggiran yang masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari- hari mereka
walaupaun air sungai itu kotor sehingga orang- orang tersebut dapat terjangkit
penyakit karena tidak tersediaanya air bersih. Jadi makinlah sedikit keberadaan
air bersih yang diakibatkan oleh dampak pertumbuhan penduduk.
Jadi apabila per penduduk
mengkonsumsi air bersih minimal 2 liter perhari dan penduduk Indonesia itu
sangat banyak sedangkan ketersediaan air bersih hanya sedikit dan mungkin ada
tetapi tercemar oleh perbuatan orang Indonesia sendiri, sehingga sangat
berakibat besar untuk Negara Indonesia akan dilanda kekurangan air bersih.
Dengan demikian, factor
pertumbuhan penduduk yang sangat semakin meningkat banyak, sangat berpengaruh
terhadap ketersediaan air bersih di suatu Negara.
B. Ciri- Ciri Air yang Bersih
1.
Adanya perubahan suhu.
Air yang
tergolong normal dan sehat untuk dikonsumsi apabila air tersebut berada pada
lingkungan 28°C maka suhu airnya adalah berkisar 20°C- 25°C.
2.
Adanya perubahan pH (Derajat Keasaman).
pH adalah
derajat keasaman air.
-
Air normal (netral) berkisar 7.
-
Air tercemar berkisar 4- 6 atau 8- 9.
-
3.
Adanya perubahan warna, bau, dan rasa air.
Air yang
tidak tercemar berwarna bening, tidak berbau dan tidak berasa.
4.
Adanya endapan atau bahan terlarut.
C. Solusi Pemecahan Masalah
1.
Mengurangi pertumbuhan penduduk dengan mengikuti
program KB (Keluarga Berencana).
2.
Selalu menghemat adanya air bersih.
3.
Tidak mencemari sungai atau daerah penampungan air
bersih.
4.
Memberikan pengarahan kepada masyarakat tentang
pentingnya air bersi untuk kesehatan dan tidak untuk mencemarinya.
5.
Memperhatikan kelestarian alam apabila akan digunakan
untuk tempat umum, terutama air.
6.
Tidak membeton atau mengaspal semua jalan sehingga air
tidak bisa meresap ke dalam tanah.
7.
Membuka lahan hijau atau daerah resapan air untuk
dapat menyimpan air.
8.
Melakukan reboisasi hutan agar air hujan dapat
ditampung oleh akar- akar pepohonan dan disimpan.


No comments:
Post a Comment